Let Me Be the One, Boy

gw lagi hopeless.. hopeless.. hopeless.. banget pas nulis ini..

am i wrong if i'm still in love with you?
i know you've found another girl,
and i like another guy, already
but you're the one that always on my mind

oh, it's so easy for you to say "Goodbye"
when you turn and say, " I don't love You"
well, i'm standing here, sadly, hopelessly
still wanna say, "I Love You"


Based on My Story : " A Place In this World"
 Created by Val

STSO


STSO ?? apaan tuh?

nah.. saatnya gw menjelaskan

alkisah, ada ekstrakurikuler di sekolah gw..

Saint Theresia School Orchestra


nah mereka tuh dah 3 kali ngadain konser

mantep sih, mereka mainnya jago

gabungan dari smp and sma there



lalu, ceritanya untuk Junior and Intermediate Class

ngadain konser di audit, setelah Senior Class konser di Sarbini


gw sih sebenernya ga gitu ngerti musik klasik, tapi karena temen2 gw main, akhirnya gw ikut..


gw sih paling suka mereka main medley disney

kayak a whole new world, you'll be in my heart, etc

di medley...


well.. enjoy aja ya foto - fotonya, folks...

liat sendiri !!!


Hari Gila Bermain Bultang


Okey, secara gw emang ga bisa olahraga, termasuk bultang
jadilah gw penonton setia mereka, dan kayak paparazzi, foto sana foto sini
asli kamis itu tuh bodoh sekaliii
gw, kan ceritanya jadi temen yang setia, nungguin temen2 gw pulang
tiba2 terlontarlah ide gla untuk main bultang, secara waktu itu jga ada ekskulnya

Jdnya? asli bikin ngakak
mainnya tuh ga ada serius seriusnya
pas ada satu yang mau servis, semua maju menghadang
terus ada yang sambil jongkok, ngelemparnya salah
terus pas servis sengaja deket2.. duh cacat lah
jadinya pada ga main, malah ketawa - ketawa






Si Merah ( untuk 'anakku' tercinta)




 Eneleigh, 3 days


hai merah!!
bolehkah aku memanggilmu begitu?
karena ketika melihat wajahmu,
satu yang tersirat dari dasar hati...
MERAH...


Merah,
kau lahir di sore yang biru dan kelabu
tapi mengapa wajahmu merah?
bagaikan semburat senja kala matahari turun dari persandingannya

Merah,
wajahmu terlihat merah
ketika engkau merasa tidak nyaman
ketika engkau menangis
seusai aku mengecup pipimu
setelah orang lain mengelus wajahmu

Merah, tidak tahukah?
ketika kau pertama kali datang,
kau membuat banyak orang khawatir
kau datang diselubungi merahnya darah dari rahim ibumu
kau datang dengan perlahan,
membuat semua orang tak tahan, tak sabar untuk segera melihatmu
terlebih dengan kondisi ibumu yang mengkhawatirkan kami semua

tapi kau kini bersamaku, Merah
saat kau baru saja tiba di dunia
menemani menangis untuk pertama kalinya
di lorong lorong kosong yang hanya ada aku dan kamu
melihatmu saat kau tidur
dan juga saat kau membuka matamu untuk pertama kalinya

Merah, jika kelak..
kau hari demi hari semakin bertumbuh
hingga saatnya kau bisa membaca apa yang kutulis ini,
tetaplah, dan jadilah si merahku

Si Merah yang kuat dan ditakdirkan untuk tetap menjadi kuat
di saat apapun bahaya yang datang menganggumu,
jadilah si Merah,
pembawa senyum
anugerah dari Allah
pemberi sukacita
dan kekuatan di tengah masalah

Merah, buatlah kami bangga

kami akan mencintaimu Merah, dan akan terus mencintaimu...

( Dedicated to 'Strong Girl', Eneleigh Seanna Elriqela )


 Eneleigh, 3 month 

Untuk kita yang tak perlu banyak bicara

Kutuliskan ini untuk kita,
Untuk kita yang terlebih dahulu mengecap dan menelan pengalaman pahit-manis
Untuk kita yang yang memang genap jumlahnya, dan akan selalu genap
Untuk kita yang telah memakan “JELLY” itu dua kali
Untuk kita yang tahu sulit untuk bisa bertahan tapi terus mencoba
Untuk kita yang tak perlu banyak bicara…..

Ide untuk menulis ini ada ketika perbincangan Nana – Gw – Johana di Ruang OSIS suatu siang…

Mungkin kalian ingat, mungkin juga kalian lupa

Ketika kita baru pertama kali masuk…
Saat itu kita belum terlalu mengenal. Ada yang mengenal satu sama lain, tapi tidak seperti sekarang. Osis pertama, yang sarat akan deg – degan, ketakutan, nervous, melihat kakak – kakak kelas yang duuuh…
Lalu ikut LDK pertama, lulus LDK, jadi OSIS, tahu bagaimana rasanya rapat,proposal, lpj
Sebentar.. maksudku ini adalah pembukaan untuk mengingatkan masa – masa bagaimana kita bisa menjadi sekarang….

Percikan itu… menjadi Siraman….
Splash.. aku dan aku berharap kalian juga, menyadari itu mengubah kita… lelah. Cape.emosi. jadi makanan sehari – hari. Seringkali kita marah satu sama lain. Tapi percikan – percikan itu… arti sesungguhnya dari SPLASH… juga menjadi semangat.. dan percikan itu menjadi siraman semangat bagi kita.. susah memang untuk bisa bertahan di masa itu, pulang malam, kejatuhan secara fisik, mental, dan psikis yang parah. Sampai diancam ga boleh ikut panitia, nilai jatuh, bertengkar. Tapi, lihat… kita tetap bisa berdiri sampai sekarang… bukan?

Ketika akhirnya kita mencoba kembali…
Dan inilah inti dari yang ingin aku ceritakan…
Ketika formulir itu dibagikan… apa yang ada di benak kalian?
Sungguh aku tidak begitu mengerti kenapa kita ‘nekat’ ikut lagi, karena kita lebih tahu tekanan apa saja yang akan kita dapat… lagi….
Saat kita yang mewawancara OSIS baru. Apa yang ada dibenak kalian? Apa kalian teringat dengan masa – masa saat kita diwawancara.

Kita memakan jelly itu lagi.. yaah.. lagi……
Kita menjadi contoh bagi para OSIS baru… menjadi kreatif hanya dengan koran
Kita belajar untuk membedakan yang namanya komitmen, kerjasama, dan job description




Dan saat waktunya, di tempat itu…
Kita lah laskar laskar yang tegak berdiri di atas bukit itu…
Melewati rumput yang lebih basah, melewati tanah itu. Melihat kodok, haha
Kita yang merasakan betapa sulitnya untuk mendapat poin…
Mereka, anak OSIS baru akan mudah mendapat poin.. tetapi kita?

Ingatkah kalian?
Saat kita ditanya … “kenapa kalian ingin ikut OSIS lagi?”
Aku masih ingat kalian menjawab dengan jawaban yang berbeda
Ada orang tua nya yang mendukung, ada yang menentang
Aku masih inga perjuangan kalian untuk bisa memulai lagi menjadi OSIS yang baru

Ketika seusai ditanya, aku ingat ketika kita sama – sama dimarahi Kak Anton sebelum makan malam
Karena berbicara mereka yang dianggap “bersalah” yaitu Nana dan Hanie
Pita kita dilepas....... kalian masih ingat kan apa arti itu semua?
Itu artinya..... kita tak boleh saling berbicara
Tapi apa reaksi kita waktu itu?
Ya... kita memang terpancing emosi dengan Kak Anton,
Aku masih bisa mendengar suara dumel – mendumelnya kalian saat makan
Walaupun kita emosi, aku masih ingat ucapan kalian... komitmen kita....
“Gpp, AMBIL AJA TUH PITA.... !!!! KITA BISA TETEP KOMPAK KOK WALAUPUN GA USAH BICARA”
Atau “kita tetep bisa berkomunikasi walaupun tanpa ngomong satu sama lain”
Ini menimbulkan perasaan senang, bahagia, terharu, dan ingin membuatku tertawa


 
Ketika kasus “Laskar Pelangi” dimana kita foto – foto di atas bukit
Melewati tanjakkan dan turunan, yang terkadang terjal, licin, berair, kadang keras, berdebu, banyak semut yang menyengat dan sakit
Dapatkah kukatakan seperti itu kehidupan berorganisasi kita dalam keluarga besar osis?
Kadang sulit ataupun senang harus kita rasakan, kita kunyah, dan kita telan bersama?

Kita yang terlebih dahulu menolong Richard melewati kolam lumpur itu....
Atau kasus “KODOK” .... hahaha....

Setelah itu, ingatkah saat Andrew mau pulang?
Dimana beberapa dari kita tak mampu menahan emosi...
“ Andrew... jangan pulang.. kalau ga ada lo ga rame, Ndrew”.
“Ndrew, masa lo mau ninggalin kita sih? Ga seperjuangan dong lo ndrew”
“Andrew!!!! Kalo ga ada lo jumlahnya ga akan genap! Ga mau ganjill...!”
Yaaaaa.. kita yang berjumlah genap ... dan sampai kapanpun akan berjumlah genap..

Bahkan juga yang masalah salak... hahaha.. sampai tertawa apabila aku menulisnya ....
Atau ketika rela mengepel, menyapu, nyanyi, bahkan memijit kakak.. hanya untuk dapat poin.

ingatkah perjuangan kita?

Ketika kita sampai pada akhirnya....

Kita menapaki jalan itu lagi.. jalan yang sama seperti dahulu.....
Bahu membahu ... melewati pemilihan ketua osis hingga akhirnya pelantikkan
Masih terasa di bahuku tangan kalian yang memegangnya, saling meletakkan tangan di bahu teman, dan mengucapkan janji itu lagi...
JANJI DI HADAPAN ALLAH DAN SELURUH KELUARGA BESAR SMP SANTA THERESIA...
Dan kita yang awalnya tertatih tatih, karena untuk pertama kalinya harus menjadi yang ‘Senior’ di OSIS,
Tak ada lagi contoh seperti Nara.... atau Vina.... atau OSIS sebelumnya
Yang ada hanya kita....

Masihkah kita seperti saat – saat sebelumnya?
Kita bisa tetap kompak walaupun tak banyak bicara...
Karena aku tahu.. kita bisa terus kompak...
Sekarang.. dengan apapun masalah yang kita hadapi, ingatlah... ada keluarga kalian disini..
Keluarga LDKL... keluarga OSIS...
Kita takkan pernah terpisah...
kita telah menapaki jalan itu dua kali.. kita telah mencicipi perasaan itu dua kali...
mampukah semangat LDK kita , kita teruskan di kehidupan sekarang?

Sebentar lagi.. ya.. sungguh sebentar, kita akan meninggalkan bangku dimana kita duduk bersama
Hingga akhirnya... hingga saat terakhir.. kita bersama .. ber12 menjadi OSIS....
Biarlah semangat itu tetap ada.....
Kutuliskan ini untuk kalian..... sebelum kenangan ini lapuk di benak kalian
Sebelum semuanya terlambat dan tak mampu kutulis.....



Bukan Lagu Cinta


Ini lagu yang menyanyikan itu Marcell. asli bagus bnget. romantis. duh baguslah....


BUKAN LAGU CINTA



Jika ada cara baru tuk mengungkap rasa rindu,
aku ingin tahu... aku ingin tahu
Jika ada cara yang belum dicipta untuk cinta,
aku ingin bisa... aku ingin bisa

Saat semua kata kehilangan makna
Saat segala upaya terasa hampa
Sekaranglah itu, beginilah aku
Berdiam tanpa daya hanya karena kehadiranmu
Sementara jiwaku ingin berseru
Setengah mati ingin ku bilang...

jika ada nada tuk nyanyikan lagu cinta,
aku kan bernyanyi... aku kan bernyanyi
jika ada kata yang belum dicipta oleh pujangga
aku kan bersuara.... aku kan bersuara

saat semua resah melurus sayapnya
saat yang kumiliki hanya nafas ini
sekaranglah itu, beginilah aku
hanya detak jantungku yang mampu jujur kepadamu
sementara lidahku beku dan kelu
setengah mati ingin menghilang

***

jika mampu kubawa engkau menembus ruang dan waktu
aku ingin pergi, ku ingin pergi, percuma disini
jika mampu ku menyatu dalam darahmu
agar engkau tahu.... agar engkau tahu

saat semua kata kehilangan kata
dan saat segala upaya terasa hampa
sekaranglah itu, beginilah aku
hanya detak jantungku yang mampu jujur kepadamu
sementara lidahku beku dan kelu
setengah mati ingin menghilang

apa yang kurasakan, apa yang kau dengarkan
bukan lebih cinta
lebih dari semua
semua lagu cinta
apa yang kau dengarkan
bukan lagu cinta
bukan lagu cinta
bukan lagu cinta

semua lagu cinta.... bukan lagu cinta

Love Sonnets

I don't love you as if you were the salt-rose, topaz
or arrow of carnations that propagate fire:
I love you as certain dark things are loved,
secretly, between the shadow and the soul.
I love you as the plant that doesn't bloom and carries
hidden within itself the light of those flowers,
and thanks to your love, darkly in my body
lives the dense fragrance that rises from the earth.


I love you without knowing how, or when, or from where,
I love you simply, without problems or pride:
I love you in this way because I don't know any other way of loving



but this, in which there is no I or you,
so intimate that your hand upon my chest is my hand,
so intimate that when I fall asleep it is your eyes that close.


Sonnet XVII: Love (Pablo Neruda)

*terinspirasi dari Patch - ketika dia bacain ini ke Carin pas dia nembak, pas bareng, pas Carin meninggal*