Make me broken
So I can be healed
'Cause I'm so calloused
And now I can't feel


I want to run to You
With heart wide open
Make me broken

Make me empty
So I can be filled
'Cause I'm still holding
Onto my will


And I'm completed
When you are with me
Make me empty

'Til You are my one desire
'Til You are my one true love
'Til You are my breath, my everything
Lord, please keep making me


Make me lonely
So I can be Yours
'Til I want no one
More than You, Lord
'Cause in the darkness
I know You will hold me
Make me lonely


- Sidewalk Prophets
Some will say you need to find the common men who share your mind
Where others say to hide yourself, protect your heart above all else
And we all like to find our place with who is right or wrong
But to love someone, when you love someone
That's where you belong


- To love someone, Ben Abraham

About this blog

Baru sadar tidak pernah benar-benar menulis tentang blog ini. Jadi mungkin sudah waktunya dicoba? Hahaha. Okay, here we go.

What
Blog ini namanya "She designs a life she loves". Artinya adalah sang penulis sebagai seorang designer kehidupan yang terus menerus menggabungkan elemen-elemen dalam hidupnya dari yang sudah ada kemudian diolah menjadi sesuatu yang sesuai dengan esensi dari "desain", yaitu yang berguna, berhasil menyampaikan suatu pesan tertentu, dan berperan aktif untuk menghasilkan sesuatu yang indah dari elemen yang sudah ada. "A life she loves" artinya bahwa kehidupan yang sudah didesain ini, sesuai dengan apa yang penulis suka, yang sesuai dengan "passion" yang penulis miliki. 

Dulunya blog ini bernama "World of our own". 

Isi dari blog ini campuran dari apa yang dialami penulis, tapi banyak juga yang fiksi tapi dibuat seakan-akan nyata. Inspirasinya bisa darimana saja, dari pengalaman pribadi, pengalaman orang-orang terdekat si penulis, ataupun berdasarkan imajinasi penulis itu sendiri. Objek "dia" atau "kamu" ini tidak ditujukan pada satu tokoh tertentu, tapi pada banyak orang. Pemilihan kata "kamu" sebagai objek bertujuan agar pembaca dapat merasa lebih personal/akrab dengan tokoh yang ditulis.

Secara bahasa, penulis merasa bahwa ia bukan tipikal yang menulis indah, tetapi lebih apa adanya, baik dalam pemilihan kata ataupun majas. Tetapi terkadang, penulis benar-benar menuliskan dengan bahasa sehari-hari, singkatan, bahkan campuran dari bahasa Inggris, juga penggunaan "gw dan elu". 

Who
Penulis bernama Fitriana Valencia. Sedang kuliah jurusan desain, semester ke 4. Menulis itu murni hobi, bukan karena pekerjaan atau kegalauan. Sejak kecil sudah mulai menulis, dari menulis jurnal/diary sekali-kali, atau mencoba mengarang. Konon, kesukaan pada menulis diturunkan dari ayahnya. Tidak pernah benar-benar merasa sebagai penulis yang baik, ataupun benar. 

When
Blog ini mulai dibuat tahun 2009, untuk memenuhi salah satu nilai, entah dari pelajaran akademis ataupun kegiatan ekstrakurikuler. Baru mulai ditulis lagi akhir 2010 dan mulai rutin ditulis setelah akhir 2011. 

Penulis tidak memiliki ritme tertentu dalam menulis sehingga dapat menghasilkan post yang berbeda-beda jarak antar waktunya. 

Why
Kenapa menulis? "If I don't write to empty my mind, I go mad". - Lord Byron. Menulis itu hobi, sekali lagi, tapi terkadang juga sarana untuk mengekspresikan diri dan perasaan. Terkadang untuk menumpahkan perasaan, terkadang juga untuk membungkam perasaan. Tetapi, pada dasarnya menulis untuk kesenangan pribadi ketimbang untuk mengikuti trend atau dibaca orang dan jadi berguna. Menulis juga terbukti untuk menyimpan hal-hal yang ingin diingat oleh penulis, atau yang tidak mungkin dijelaskan secara langsung. 

How
The "creative" process pada dasarnya tidak sekreatif itu. Terkadang malam semakin larut dan ada keinginan untuk menulis. Terkadang ada beban dan merasa terlalu 'overwhelmed' kalau disimpan sendiri. Untuk fiksinya, memang tidak ditujukan pada orang tertentu, tetapi terkadang bisa terinspirasi dengan sosok tertentu. Terkadang kesannya pengalaman pribadi, yang sesungguhnya terjadi adalah penulis 'mengekstrak' dan 'menuang' perasaan yang pernah dialami lalu dibuat jadi sebuah ramuan baru. Misalnya rasa sedih, atau rasa tenang, dan sebagainya. Jadi walaupun pembaca terkadang menebak-menebak apakah yang ditulis benar-benar pengalaman pribadi penulis, tujuan dari 'ekstrak' perasaan itu agar perasaan itu dapat terbawa ketika pembaca membaca isi blog. Terkadang penulis menulis tanpa dipikir dua kali dan hasilnya menjadi sangat informal. Tetapi prosesnya yang terpenting adalah menaruh jiwa atau kepribadian penulis dalam tulisannya. :)



In this crazy life, through these crazy times.



Jadi gw menemukan post galau gw, 3 tahun lalu, tentang ..... persahabatan disini ...  
Dan gw sekarang berdiri di sini, 3 tahun kemudian, dan untuk sejenak, gw merasa bener-bener bersyukur ada disini. Menjadi Valen yang seperti ini. 

Keinginan buat nulis post ini sebenernya udah lama, udah dari zaman kapan tau. Tapi, yang bener-bener bikin kepengen itu adalah ketika salah satu temen/senior/half-mentor sinematografi gw, Kak Moti nanya begini : "sahabat kamu yang bener-bener deket siapa?" Jujur bingung banget jawabnya. Semuanya deket. Deket banget. Kalo mau ditanya siapa yang paling deket, jujur aja bingung. 

Dulu, gw pernah bener-bener deket ama satu orang. Selama belasan tahun. Sebelum akhirnya menyadari kalau people grow apart. Dulu, dia tau semuanya. Tapi  sekarang, jujur aja, gw lebih prefer sekarang ini. 

Dulu *ya jujur aja sampe sekarang juga*, gw beneran bukan tipe temen yang care sih. Gw bukan tipe yang selalu ngecheckin orang kabarnya apa, bukan tipikal yang rajin ngebalesin chat di grup, bukan tipe yang gampang dihubungi dan bukan tipe yang gampang diajak jalan. Gw tipikal temen yang susah banget dijadiin temen. Gw gampang ngambek, gampang moody, galau banget, kadang gw berpikir kok rasanya gw ga bisa ngasih influence yang baik ya ke temen-temen gw sendiri? Apa rasanya temenan ama orang kayak gw? 

Gw juga sebenernya bisa dibilang bukan anggota yang baik. Gw pemalas, dan gw suka complain. Gw juga suka nunda. Ini serius. Hahahahah. Sekali lagi, gw bukan tipikal yang rajin bacain grup line, dan sekali lagi, bisa sangat ngotot akan apa yang gw percayain.

Terus sekitar 1 minggu terakhir gw ngeline closest friends gw satu-satu. Pertanyaannya sesimple ini. "Am I a bad friend?". Terus gw ngeline dan nanya langsung ke 8 orang, 3 di antaranya ketua organisasi gw, 3 lainnya adalah ketua acara gw, dan 2 adalah orang yang pernah merekomendasikan gw untuk gw bisa sampai di titik sekarang ini. Pertanyaannya, "Do you regret that I'm here, that you put me here? Is there anything I can improve?" 

Jawabannya hampir mirip. Tapi gw dapet banyak masukannn. Dari situ, gw kemudian expand my views gitu tentang dunia sekitar. Ketika gw cerita ama orang or orang cerita ama gw, gw mencoba untuk bener-bener pay attention. Gw liat ke belakang dan bener-bener bersyukur karena mereka ada buat gw. Despite how messed-up I can be. 

Sekarang mau ngambil waktu untuk ngucapin THANK YOU buat teman-teman terdekat gw. Kepada komunitas gw. Kepada mentor. Kepada ketua-ketua. Kepada semuanya. 

Buat percakapan bodoh, super bodoh. Mulai dari tentang pup yang diekstrak ataupun tentang hinaan dengan buah. Mulai dari inside jokes dan sarcasm. Mulai dari metafora-metafora aneh
Buat segala quality time disela-sela kegiatan yang padet
Buat segala jenis teguran yang frontal, yang kadang rasanya nyelekit tapi buat kebaikan gw sendiri 
Buat curhatan gw yang super detail dan super panjang *ga semua orang kebagian kayak gini, mungkin hanya dikit banget yang denger detailnya*. Yang bisa berjam-jam cuma buat curhat
Buat waktu photobooth aneh dan ganti profile picture setiap kali foto. 
Buat sesi tanya jawab interogasi dengan dua temen deket gw dimana gw bisa nanya apapun ampe kalian cape ama gw *yes, I'm looking at you, Mike and Mayer*
Buat segala pelukan, virtual hugs, dan (cozy)(cozy)
Buat tahunan yang udah dilewatin bersama valen yang makin ga alay tiap harinya. Yang mencoba untuk lebih baik lagi
Buat temen-temen gw yang bahkan tahan bersama gw ketika rambut gw berbau telor HAHA ataupun pas lagi super lepek kayak abis keramas pake minyak
Buat video call dan call padahal beda timezone dan beda benua. 
Buat masa-masa paling ga enak, masa-masa berantem
Buat orang - orang yang anehnya setara ama gw dan tahan betapa anehnya gw ahahaha
Buat orang-orang yang bener-bener put effort buat mempertahankan pertemanan dengan gw
Buat semuanya

Buat orang-orang yang udah ngasih kepercayaan buat di posisi ini
Buat orang-orang yang selalu bisa ngasih masukan, yang mau jujur apa adanya

Buat semua yang bisa ngeliat gw, the best version of me, even when I fail to see it
For those people who can make me laugh when I don't even want to smile

THANKYOUUU. I love you, guys. 

Buat semua yang sekarang lagi ngadepin masalah, I want to make sure, that I will always be there for you. I can't make a promise I can fix your problems or that I will give you solutions. All I can promise is that you don't have to face it all alone. 

I love you. 

And I don't want to change you, for a little bit. I accept you for who you are right now and I'll encourage you if you want to change for the better. 

Gw ga pernah tau ke depannya bakal gimana. Mungkin kita akan pisah, mungkin jalan hidup kita bakal barengan. Mungkin hidup kita bakal masing-masing. Gw ga pernah tau. But I'm forever thankful I met you. Gw akan selamanya bersyukur dengan hari ini. 

"Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang - orang yang sebisa mungkin mempertahankannya" - Refrain. 


A world with you



Let's hit the road and throw out the map
Wherever we go, we won't look back
Cause we're going places and we're going there fast
And let's move to Paris and get ourselves a loft
Let's live in squalor, and spend all cost
Let's throw caution to the wind and start over again

* Think how many doors we'll open
Just as many stars are shining
Who knows where we're going
Yeah who knows what we'll find
I want to see the world 
The way I see a world with you
*
Let's hike in the mountains and challenge our will
Let's leap over canyons and get lost in the hills
I want to see the world the way I see a world with you

All of our prayer will be answered
The sum of all our failures, 
They cannot hurt us now
Let's hoist up ourselves
And shove off to China and climb up a wall
We'll keep on climbing, looking over it all
Laughing it up, yeah having a ball
*
I want to see the world 
The way I see a world with you 


Jason Mraz- A world with you

The fault in our reality


I seriously wonder if this world will be a better place if we're completely be honest to each other. At one side, I know I'm completely terrified by my own thoughts, what is going to happen if they know my thoughts? But at the other side, I guess I'm just not into reading between the lines anymore? I have a gift to read implicitly but I guess I'm not interested to decode all these signs anymore

Girls blame guys because usually as we say, guys send the mixed-signals. One moment he's into you, then the next moment he acts like he doesn't care. Girls blame themselves because they expect too much, so they try anything they can to protect their hearts. Guys call it 'jual mahal'. Guys blame girls because they think girls send mixed-signals. So, what's wrong, why can't we be honest? 

I guess both sides try to protect their hearts. Hurt people hurt people. It's the never ending cycle. I think the jerk is just someone who once was hurt by someone else. I guess we weren't born to disappoint others. But life gets in the way, and sometimes, disappointment happens. 

Idk why I started to write this post as a joke, but the more I write, it's getting more serious. The reason why I wrote this because I was too random last night and I asked my best friends (the guys, Mike & Mayer) about how do we know if someone likes us or not? Do guys have the same method to obviously catch a girl, or what? How do you separate 'good guys' or 'guys who like the girls' and vice versa. The discussion starts from there. 

Then..... I see this. 

Mayer :  Cwo tuh tindakannya sesuai dg respon cwe.  Cwo itu adaptif terhadap respon cwe 
Me :  bukannya cewek respond ssuai tindakan cowok?

NAH LHO. HAHAHAH. I laughed out loud when I read this. Seriously, though. We had a further debate later. Maybe that's why. People both wait to start the first move. This made me wonder if actually how many people out there who were disappointed just because they waited for each other when they actually had similar feelings.

HAHAHA. Okay, seriously. This is funny. And sad, at the same time. How stupid and messed up our society is. Will this world become a better place if we just stop complicate things and say what you really need to say? Maybe not about dating but everything. If there is a problem, you talk straight to the internal, not external. If you're hurt, you say it. That's all what it takes. 

I'll end this random post with my favorite quote

If you are going to love me, love me deeply.
If your going to break my heart, then break it all.
If you're going to care, care for me completely.
If you decide not to hold me, then just let me fall.
If you are going to stay, then stay forever.
And if you want to leave, then do it today.
If you are going to change, then change for the better.
And if you are going to talk, then please mean what you say