Petrichor

Aku sering berpikir tentang tetesan hujan
Bagaimana mereka dengan berani
Meluncur dan jatuh begitu saja
Seakan berlomba untuk terlebih dahulu
Mengecup halus permukaan tanah
Dan terserap sebelum hilang sepenuhnya.

Kamu tersenyum mendengarnya
Aku juga berpikir demikian, kau terdiam sejenak,
Kau melihatnya dari sisi yang salah, katamu
Tidakkah kau lihat, hujan membasuh segalanya
Membasuh pijarnya matahari dan debu yang mengering

Tapi, bukankah kita terbuat dari debu?
Apa yang terbuat dari debu akan kembali menjadi debu?

Bukankah hujan adalah hal yang sama?
Kau mulai menatap langit yang bewarna kelabu
Apa yang telah pergi, akan kembali, lagi....dan lagi...
Segalanya takkan pernah hilang, hanya berubah bentuk
Hanya berubah fungsi
Segalanya berputar, dan akan kembali pada asalnya
Pada tujuan aslinya

Maka, dengan kepergianmu yang tiba - tiba
Setiap kali hujan turun, dan manusia mulai berlarian ke tepian
Aku.... aku akan melihat adanya harapan
Aku tidak akan berlari, ataupun mengeluarkan payungku
Tidak perlu, hal-hal semacam itu hanya membuang waktu
Aku akan menatap ke atas, ke langit yang bergemuruh
dan menari-nari di bawah siraman air

Hujan selalu kembali,
selalu menemani, dan membasuh jiwa - jiwa yang sepi
Hujan ada saat kau kedinginan waktu itu, di pantai berlumpur
Hujan ada di hari - hari terpenting dalam hidupmu,
membingkai perpisahan dan pertemuan dengan begitu indah
merayakan hari jadimu, dari tahun ke tahun
mungkin suatu saat akan menemani ketika kamu kembali menjadi debu
Hujan ada waktu bunyi lonceng gereja berdentang enam kali
Hujan ada,
Hujan selalu ada.

Bau hujan samar tercium
Dalam diam, aku mulai tersenyum

Dunia hanya berputar, itu saja
Kamu pasti akan kembali.

Jembatan

Dua, dua tempat yang sebenarnya terpisah
Dua dunia yang sungguh berbeda
Jembatan dibangun diantaranya, tak butuh waktu lama
Dua dunia kini bisa bersama, sungguh.

Sungguh, dan di jembatan itu aku melihatmu
Biasanya aku berdiri di atas melihat segalanya dengan jelas
Aku dapat melihat manusia berlalu-lalang dari kejauhan
Diam-diam aku membangun cerita tentang mereka
Tentang anak kecil yang tersesat, tentang pencari nafkah
atau ketika sepasang kekasih berjalan bersama
Waktu seakan terhenti, dan siang perlahan naik ke atas
Aku bisa menghabiskan berjam - jam tanpa lelah

Berbeda denganmu, kau akan melewati jembatan itu dengan tergesa
Langkahmu lebar - lebar, badanmu tegap dan jalanmu terarah
Gerak-gerikmu gelisah, seakan ingin cepat sampai ke rumah.
Matamu hampir selalu melihat ke bawah, entah melihat apa
Kau akan berjalan cepat, dan sekilas, kau akan pergi

Sekali, dua kali, lama - lama jadi biasa
Setiap hari berjumpa, di jembatan yang sama
Waktu yang sama, siang yang sama.
Walau berbeda arah.
Kita saling mengenal hanya karena sama-sama hafal,
dengan bentuk bayangan masing - masing
Kita berbicara tanpa kata, hanya sekali melihat
Tersenyum dalam hati
kemudian kita akan kembali
kembali untuk berjalan di kehidupan masing - masing

Bertahun - tahun kemudian, ketika aku pulang ke rumah
ketika hidup tak lagi bisa membuatku menunggu diatas sana
maka seperti denganmu, pulang dengan tergesa dan gelisah
ketika aku melewati jembatan itu lagi, dan lagi, dan lagi
maka pikiranku seketika teringat padamu
tentang hidup yang tidak pernah berlangsung lama
atau tentang kisah - kisah yang bersentuhan untuk sementara
dalam hati sekali dua kali aku mengucap doa
mungkin sekali lagi kita bisa berjumpa
mungkin kau bisa mengenali bayanganku dan mengangkat kepala
ratusan, ratusan kali, dan kesempatan itu tak pernah ada

hanya orang - orang yang hilir mudik di hidupmu
tapi tak pernah sungguhan singgah
karena bukan untuk itulah alasan jembatan diciptakan

kita hanya garis paralel, sungguh
dua dunia pernah terhubung, entah kapan, entah bagaimana
dalam bingkai - bingkai waktu yang senantiasa membatasi hidup
sekali bertemu dan kemudian terpisah,
pergi ke tujuannya masing - masing manusia
hanya satu dua detik bersinggungan, dan setelah itu
kembali buyar,
kembali terlupakan

sama seperti manusia - manusia
yang berlalu-lalang
di jembatan.

Before The Battle


Tadamdam. 

D-3. Senin depan sudah uas. Lagi. Entah kenapa dengan sistem UPH yang trimester ini maka segala sesuatunya rasanya cepet banget. Bener - bener cepet. Rasanya baru uas kemaren. Ini UAS ketiga gw di UPH, dan berdasarkan pengalaman yang sudah - sudah, uas itu bener-bener masa paling painful. Bisa dibilang sistem tugas di dkv itu awalnya beneran gabut lalu makin lama makin memuncak, dan puncaknya di uas. Pas Uas, biasanya gw udah pasti ga pulang ke rumah, makan udah berantakan banget jadwalnya, kadar kafein meningkat pesat, fisik langsung nurun, gampang emosi dan kecapean, udah beneran hermit di kamar dari pagi sampe pagi dan pulang langsung duluan. 

Dan minggu depan sudah uas lagi. Jujur aja, banyak banget yang bisa salah terjadi di minggu depan. Seperti di post gw sebelumnya, gw dah bilang kalo ini semester terakhir untuk dapet beasiswa, dan makanya nilai jadi berasa penting banget. Banyak tugas yang belum selesai. Mesti remedial. Mesti ngurusin surat pengajuan beasiswa plus berarti mesti balik minta tandatangan nyokap gw yang gatau lagi bisanya kapan. Plus mesti remedial. Dan remedialnya mesti sebelom hari Uas yang bersangkutan. Kalo ditanya stress ato enggak, jujur aja kepikiran banget. Stress banget. Pusing banget dan sangat overwhelmed. Banyak banget yang bisa gw keluhkan dan....

Semestinya gw panik. Terutama dengan sifat gw yang mudah panik. Semestinya gw bahkan ga nulis post ini. Tapi.....

Gw pengen berhenti sejenak dan bersyukur untuk beberapa hal, selagi gw masih bisa bersyukur. 

1. Ada libur seminggu buat nenangin diri. Mungkin kalo diliat ga enak banget liburan kok ngerjain tugas. But let's see from the bright side, kay? 
2. Gw ga perlu bersih - bersih rumah. Thanks God ada pembantu pulang hari dan walaupun gw sendiri, setidaknya gw merasa sangat terbantu
3. Hampir semua yang dibutuhin udah dibeli, termasuk kertas dan cat poster jadi ga perlu panik pas toko - toko stationary pada tutup
4. Gw masih punya kesempatan untuk sekolah, untuk kuliah, dan belajar setinggi-tingginya. Banyak orang yang mungkin ga seberuntung gw. 
5. Ga ada kejadian ga enak selama beberapa hari ini. Okay, kulkas rusak. Okay, kompor gas nya suka error. Okay, anjing gw pup dimana - mana. Okay, mungkin aqua galon nya abis. Tapi, selama beberapa hari ini, gaada maling atau apa. Gaada kerusakan yang mengganggu kerja gw. 
6. Support from friends. Ketika disemangatin, diingetin buat ini itu, dikasih masukan, dan sebagainya itu sangat membuat senenggg hahahah. (uuu and thanks to youuu ci adel :*)
7. Bokap sudah provide 4 GB (yang udah gw habiskan 3 GB dalam seminggu ini >,< sorry pap)
8. The best of it all, support from family. Mungkin cumaa little gestures kayak di FaceTime keluarga, terus nyokap yg bilang 'nilai kamu harus bagus ya', atau ketika nyokap ngebeliin makanan buat seminggu, kakak gw yang pertama juga sediain makanan sedikit di kulkas, kakak gw yang kedua dateng dari Jakarta buat nengok dan bawain makanan gitu. Ga cuma makanan kok :') hahahahah. Pokoknya hal kecil seperti itu tapi berarti bangettt. 
9. Somehow dingetin Tuhan, "it was by grace you received that scholarship, so why are you trying too hard?" Yup, ini cukup............ liberating. Mendadak keinget dulu pas daftar beasiswa, itu gw parah banget sih. Senen baru tau, sabtu tanggal terakhir apply. Dalam waktu kurang dari seminggu harus ngurusin administrasi ribet, bikin essay, ke dokter mata, cetak pasfoto, di waktu yang bersamaan banyak ulangan dan tugas. Pas disuruh bikin portfolio, gw baru bikin jam 1 malem, sedangkan jam 9 pagi gw udah harus kumpulin datanya ke UPH. Terus pas mau interview itu, gw juga D-1 bikin portfolionya, berantakan banget, dan ke dua tempat printing semuanya nolak baru yang ke tiga nerima tapi hasilnya tinta beleber kemana - mana dan karena udah gaada waktu lagi, waktu itu pergi. Dengan muka super ngantuk, otak lemot, dan rada teler. Somehow, and I don't know why, I received it. God has been so good to me even when there's nothing good in myself. 
10. That I still get another chance to finish what I started. 
11. That I finally live the life I've always wanted. Kalo dulu gw stressnya ulangan fisika, setidaknya sekarang stress akan hal yang gw suka.

So that's all, bloggie. 
Coba bayangin aja, kalo di film gitu seperti Narnia atau LOTR kan misalnya perang. Terus musuhnya banyak. Dan kuat. Dan mengintimidasi. Secara logika wah pasti kalah. Tapi somehow ditengah - tengah keadaan yang rasanya kayaknya kok kita udah kalah ya, pasti ada bantuan dateng. Kayak Gandalf atau Aslan gitu lah. Nah itu Tuhan. So everything is definitely gonna be okay in the end. Kalo kayak di Narnia 2 tuh, kan sempet kalah. Walaupun di perang ini mungkin kalah, tapi di saat yang tepat, maka greater victory bakal ada buat kita. 

I want to finish this post with Desert Song - laalalal. Let's fighting hard, kay? 

This is my prayer in the desert
When all thats within me feels dry
This is my prayer in my hunger and need
My God is the God who provides
This is my prayer in the fire
In weakness or trial or pain
There is a faith proved
Of more worth than gold
So refine me Lord through the flame

I will bring praise, I will bring praise
No weapon formed against me shall remain
I will rejoice, I will declare
God is my victory and He is here

This is my prayer in the battle
When triumph is still on its way

I am a conqueror and co-heir with Christ
So firm on His promise Ill stand

All of my life
In every season
You are still God
I have a reason to sing
I have a reason to worship

This is my prayer in the harvest
When favour and providence flow
I know Im filled to be emptied again
The seed Ive received I will sow

111 things that make me happy

VERSI KOMPLIT HAHAHA
Inspired by my beloved sister @adeldelina whohooo

Tidak sesuai urutan ya. Yang kepikiran aja.

1. Ketemu orang yang jual sandal swallow warna ungu pas lagi sandalnya copot.
2. Indomie. Telor setengah mateng. Tengah malem.
3. Kena cahaya pagi dari deket jendela di kelas filsafat seni.
4. Waktu balik di atas jam 10 malem dan enggak ngerjain tugas, dan abis spend quality time sama temen. Cuma bisa berpikir.... 'wow, it's a great night"
5. Waktu sampe rumah dan eyeliner ga luntur, rambut masih rapi, muka belum berminyak
6. Jalan kaki pulang sore - sore dari tempat turun angkot sampe rumah
7. Girls Night with Eneleigh and Starr. Nonton Disney Princess atau Barbie Marathon
8. Keluar koleksi jurnal - jurnal baru di toko jurnal
9. Journal hunting pas lagi travel kemana gitu
10. When you fall in love and you can't help but smile all the time
11. Naik ayunan pas lagi ujan
12. Fireworks.
13. Merencanakan suatu perjalanan atau event
14. Di mobil Andrew bersama kelompok bahagia terus ngejokes dengan suara super bacot
15. Perpustakaan sehabis pulang sekolah dulu walaupun cuma bisa 30 menit
16. Diucapin "happy birthday" sama papi.
17. When the movie made you cry
18. Waktu kaki pertama kali nginjek di pasir pantai setelah perjalanan  jauh
19. Ngobrol di 232 pas lagi ga ngapa2in kecuali spend quality time dan ketawa2 ampe gamau pulang. Pernah waktu itu ama ci adel dan ko harris terus ampe jam 11 gitu hahahhaha.
20. Ketika berhasil nyelesaiin sesuatu, like, sebuah event, atau movie berhasil di screening
21. Pembicaraan tengah malam.
22. Ketika foto polaroid keluar dan ngeluarin bunyi "ssshhh" terus gambar yang awalnya putih tiba2 ngeluarin warna.
23. Praise and worship night.
24. Full moon. Biasanya tanggal 15-16 setiap bulannya
25. Hugs. Hugs. Hugs. 20 seconds oxytocin right away.
26. Jalan ke monas pas lagi emosi terus duduk di tempat biasa
27. Pas pulang dan sampe di terminal F.X terus bisa bilang "I'm home"
28. Dapet surprise. Either itu surprise trip atau apa.
29. Berhasil menemukan font yang tepat.
30. Berhasil ngecampur warna cat yang dimau
31. Berhasil ngalahin ketakutan dan selanjutnya lebih berani lagi
32. Waktu akhirnya ada yang bisa nilai gw secara objektif. Ga overestimate/underestimate
33. Dibuatin ice cream  atau apapun homemade/diy
34. Waktu bangun dan ternyata masih ada beberapa jam lagi buat tidur
35. Ketika duit sudah sangat mepet dan tanggal satu tiba
36. Ketika kamar akhirnya rapi dan udah diberesin
37. Ketika berhasil nyoret satu list 'things to do'
38. Funny photo box
39. Bener - bener didengerin dan bener - bener bisa diskusi satu topik tertentu
40. Dapet bunga. Beli bunga. Metik bunga.
41. Sleeping with my teddy bears, my K family
42. Baca ulang buku atau nonton ulang film dan nemuin sesuatu yang baru disitu
43. Tiap kali berjam - jam di starbucks ama Jo dan ga ngapa2in
44. Movie marathon with cece! yehey
45. Masakan rumah
46. Bisa tidur jam 8 malem, which is sangat langka
47. Holding hands
48. Praying together, especially with someone I love
49. Duduk di deket jendela, terutama kalo di pesawat dan ngeliat seberapa kecil manusia sebenernya. Atau kalo lagi di bus gitu, nebak-nebak tentang kehidupan orang yang diliat
50. Ketika sampe di negara/kota baru dan merasa excited
51. Ketemu temen lama, mantan guru, atau orang yang udah lama ga diketemuin.
52. Berhasil buktiin ke orang yang udah underestimate duluan
53. Ketika lagi bete galau dan sebagainya dan setelah nulis tiba2 bete galau dan sebagainya ilang
54. Ketika ngomongin yang berhubungan dengan desain dan ngetawain inside-jokes gitu
55. Dapet dudu atau response ask fm yang akurat dan/atau so sweet
56. Nonton FRIENDS setiap liburan
57. Ohya, harvest moon juga. Dan ngerencanain semuanya sebelom main :))
58. Ketika lagi iseng buka youtube dan artis favorit ngeluarin lagu baru
59. Apapun yang berhubungan dengan langit dan diliatin terus direnungin. Entah itu sunset, sunrise, pelangi, bulan, bintang, dan sebagainya
60. Nyanyi 'love is an open door' berdua ci ochie hahahahahhahahaha
61. Facetime ama keluarga yang sangat ga jelas
62. Ketika pake celana jeans dan berasa sedikit longgar hahahahha.
63. Ketemu buku bagus dan murah. Bukan masalah harganya sih. Tapi entah kenapa rasanya kayak sedikit 'berpetualang' kalo nyari buku bagus yang keselip di toko barang bekas, toko loak, pasar buku bekas, atau sale di mall gitu.
64. When I give thanks and I receive more and more reasons to be thankful
65. Ketika kamar baru dibersihin. Ranjang dan lantai bersih. Baju dan kertas serta kabel pada tempatnya. Hahahahhahaha.
66. Ketika beresin dan buang-buangin barang terus ketemu barang-barang yang mengingatkan akan suatu hal contohnya kayak surat-suratan di kelas, coretan galau, tiket bioskop, dsb.
67. Ketemu orang yang bisa respect sama perempuan, orang yang lebih tua, punya good manner dan nice gestures, dan tau situasi kondisi kapan harus bercanda kapan harus serius
68. Waktu lagi doodle doodle di kelas, terutama kalo lagi mumet
69. Kalo lagi perjalanan lumayan jauh terus ketawa-ketawa di bus, either itu main pancasila lima dasar, truth or dare, atau sejenisnya. Seru banget! Apalagi kalo ama GoD or Maxteen
70. Ketika ada orang yang bisa curhat, beneran curhat ke gw. Bukannya yang tipikal semua-orang-tau gitu hehehe. Waktu orang taroh kepercayaan gitu
71. Waktu sedikit demi sedikit menemukan kisah tentang keluarga misalnya gw masih kecil gimana or papi mami dulu gimana. Soalnya mami papi bukan tipe yang cerita-cerita. Jadi kalo nemu pasti lucu gimana gitu
72. Nemuin kata baru yang aneh dan ga mainstream. Terus bisa inget terus sama kata itu bahkan dipake di kehidupan sehari - hari. Contoh, eunoia, sonder, oneirataxia, fernweh, hiraeth, dsb
73. One random act of kindness. Contoh pernah suatu saat kelas pagi, jam 6an gw berangkat dan gw naik bus (which is kejadian sangat langka karena gw biasanya naik ojek, dan telat). Terus ada stranger bayarin gw bus krn gaada kembalian. Sampe sekarang ga pernah nemu lagi. :o
74. Ketika hal kecil yang gw lakukan dapat mempengaruhi orang lain. Menginspirasi, memotivasi, atau membuat mereka berpikir. Itu aja cukup :')
75. Ketika merasa terinspirasi dengan sesuatu.
76. Untuk nyobain atau belajar suatu hal yang bener2 baru.
77. Awal yang baru. Setiap awal yang baru selalu membuat gw senang dan memotivasi untuk berubah. Entah itu tahun baru, semester baru, kamar baru. Dan sebagainya.
78. Ngecat kamar. Baru 3 x megang cat tembok. Dan entah kenapa ada rasanya 'membersihkan jiwa' dan ada kesan 'awal baru' pas kamar dicat warna putih walaupun capenya pake bangettttttt.
79. Kalo semaleman lagi ga bisa tidur terus narik kasur dan pindah ke kamar bokap nyokap. Hehehehhehehehe. I still do this, sometimes. Atau ga jam 6 pagi pas papi dah bangun dan mandi, langsung narik selimut tidur di sebelah nyokapppp nyehehehe
80. Ketemu quotes atau personality test yang hasilnya, "ih gila gw bangettttt!!"
81. Ngomongin hal yang bener-bener random tapi panjang. Ini sering banget dan entah kenapa lucu aja bisa ketawa-ketawa sendiri. Contoh pernah ngomongin ama Jo tentang Diary tentang pup. HAHA. Geli lah.
82. Ketika berhasil move on dari suatu fase tertentu. Pas liat ke belakang dan bingung kenapa dulu ngerasa sampe sebegitunya. Ketika nyadar udah jauh banget berubah
83. Ketika dikasih satu kepercayaan dan tanggung jawab untuk ngelakuin sesuatu.
84. Pas pulang dan masih di sudut jalan aja, anjing- anjing gw sudah menggongong dan menyambut kedatangan hahahahaha.
85. Entah kenapa, pas lagi pengen untuk lebih feminim. Pas bener-bener dress up untuk special occasion. Ada saatnya pas bangun terus kepengen banget pake rok, full makeup, pake heels, atau pengen head-to-toe treatment. Gatau ya. Terkadang sihhh hahahahah berasa seneng aja.
86. Ketemu orang yang bisa bener2 diem berdua dan ga awkward tapi merasa nyaman. Ga perlu ngapa-ngapain, yang penting tau we stand up for each other.
87. Ketika bangun tidur dan masih bisa inget semalem mimpi apa
88. Hari terakhir UAS apapun. Nonton Bridget Jones sehabis UAS. Totally worth it.
89. Being appreciated. Ga perlu diucapin terimakasih terus sih kalo terus-terus jadinya ga spesial juga tapi yang pasti once in a while gw tau gw ga sia-sia melakukan sesuatu hahahaha.
90. Pas lagi random ngetweet famous people terus dibales lucu gitu. So far sih baru Adhitia Sofyan sama Dewi Lestari nyeheheheh. Yang ga lupa pas Adhitia Sofyan ngucapin turut berduka cita pas mama meninggal :')
91. Do ordinary things yang bahkan mainstream tapi secara unexpected dan sekali - kali aja. Contohnya main paintball, nobar sampe 20 orang, jalan ke seaworld atau dufan, barbequean, slumber night, makan cantik, dan sebagainya. The quality, and not the quantity that makes it special.
92. Valen free day. Adalah hari ketika Valen boleh ngelakuin apa aja yang valen mau dan ditemenin. hahahahhaha. Kakak gw dan ipar gw pernah menerapkan ini dan gw boleh bebas ngapain aja. Sayangnya waktu itu gw ngeblank dan gatau mau ngapain.
93. Pergi ke museum atau galeri. Yeheyyy. Ohya, seneng juga misalnya di tempat rame gitu tapi pas lagi ga ngerasa kesepian. Contoh, pernah ke kota tua pas sehari sebelom ulangtaun dan bener-bener duduk dan observasi orang-orang sambil bawa kamera sampe malemmm :))
94. Ketika busway lagi ga rame
95. Dimainin piano. Ga tahannnnn :'''')
96. Bisa diskusi sama orang yang bener - bener ngerti, satu passion, dan satu visi. Ga harus selalu setuju tapi bisa saling membangun gitu
97. Waktu parents bisa bilang "I'm proud of you"
98. Serendipity :)
99. The fine weather. Ketika panasnya ga terlalu terik, tapi cahaya ngerembes di pepohonan gitu. i always find it magical. Atau ketika angin lagi kenceng tapi cuaca ga mendung. Atau ketika ujan gerimis. I always love rain, by the way.
100. Ketika merasa excited dengan sesuatu yang akan datang. Ketika bisa ngeliat segala possibility yang ada dan semangat untuk ngejalaninnya
101. Ketika sedang sangat mood untuk ngerjain sesuatu dan segala sesuatunya selesai dalam waktu singkat. Pas lagi on fire banget hahahahah
102. Ketika dapet partner kerja atau tim yang seru banget! Apapun jadi jauh lebih menyenangkan. Hahahahahhaha. Kayak seru gitu mau rapat aja ujung2nya jadi webcam selfie yang aib-aib
103. Ketika photoshoot gitu, sengaja atau tidak, yang backgroundnya bagus2 nyehehehe
104. Ketika lagi sangat niat masak. Hahhahaha. Apalagi kalo enak jadinya.
105. Ketika ada orang cerita tentang kisah hidup dia, bahkan hal se ga penting apapun itu
106. Merasa belong di suatu kepanitiaan, komunitas, dan sebagainya. Ini sih sangat membuat bahagia lhooo hahahhaha.
107. Ketika ga sengaja nemuin duit yang keselip gitu HAHAH rasanya kayak hadiah dari diri sendiri untuk diri sendiri.
108. Ketika dapet khotbah, nasehat, atau kritik yang jleb banget tapi akhirnya sadar itu buat kebaikan diri sendiri juga hahahaha
109. Ketika lagi pengen sesuatu dan tiba2 ada aja gitu kayak kesampean kepengennya
110. Ketika gw bisa bilang, "God, I know it's You. thank Youuuuuu :*"
111. Ketika capek banget terus tinggal mandi dan tidur. Dan besoknya bangun siang. Beuh (y)


udah ah
beneran ga kepikiran

tau ga ada orang yang nulis 14000 things to be happy about
dan dia spent tahunan buat dokumentasiin itu
ampe2 ada temen gw (yang emang terlalu kole, practical, pragmatic) ngomong
"ga guna banget"

hahahahhaha....
tamtamtam nanti kalo kepikiran lagi ditambahin dehhhh
“For what it’s worth:
 it’s never too late
or, in my case, 
too early
 to be whoever you want to be. 
There’s no time limit,
stop whenever you want.
You can change or stay the same,
there are no rules to this thing.
We can make the best or the worst of it.
I hope you make the best of it.
And I hope you see things that startle you.
I hope you feel things you never felt before.
I hope you meet people with a different point of view.
I hope you live a life you’re proud of.
 If you find that you’re not,
I hope you have the strength to start all over again.”

Satu

Satu adalah yang pertama.

Waktu itu tanggal satu. 
Aku ingat sekali.

Sehari sebelumnya, kau mengajariku terbang

Belajar untuk terbang, belajar untuk berani jatuh
Padahal sebelumnya, kita tidak berani berbicara
Malu - malu dan diam menunduk
Sebelum kau mengajakku berlomba

Aku suka berlomba! Begitu kataku

Kata orang, dulu kita tidak terpisah
Mulai dari ke kamarmu yang berwarna biru tua sesuai dengan piyamamu
Atau es krim stroberi susu kesukaanku

Tapi kemudian waktu dan jarah memisahkan
Memisahkan realita dan juga angan - angan
Sekali - kali berjumpa, sekali - kali menyapa
Tapi tak sekalipun berbicara tentang kisah kita

Belasan tahun kemudian,
Waktu itu tanggal satu pas kebetulan
Langit malam, dan satu jam dihabiskan
Seakan - akan sejenak berlari kembali angan
Seakan - akan waktu berhenti dan langit merayakan

Pukul satu hari itu aku kembali ke realita
Pukul satu hari ini aku kembali bercerita

Menghitung mundur dan mengingat selama ingatan itu masih ada.

Semiotically Incorrect.

"Do you ever do this, you think back on all the times you've had with someone and you just replay it in your head over and over again and you look for those first signs of trouble?" - (500) days of Summer

I'm that type of girl who learned to read between the lines from a long, long time ago. Ironically, I'm also that type of girl who created the imaginary, blurry lines to protect myself from anyone who could, who might..... hurt me. I'm the girl who built the strong walls, I even created my own dragons. No, darling. You don't have to save me from the dragons and take me outside the castle. It is my own castle, and my own tower, my own dragons and I built it for your own safety. I'm the princess. I'm the witch. That's just who I am.

I'm that type of girl who learned to read the signs. That kind of girl who easily understands the whole concept in a minute. The girl who loves to see the big pictures, the vision of an imaginary place called 'the future'. The girl who still wakes up at 3 am every single night and overanalyze every single thing, whether it's just a stupid project or a life decision. I'm that type of girl who learned to see the invisible signs before the real events. I always see the ending before the beginning. 

I'm that type of girl who tries to remember every single milestone in life. I carefully put the puzzle pieces together. I collect memories as if someday I may have an amnesia and forget every single thing. When I was young, I was afraid of forgotten memories and how memories seemed to fade in time. I was afraid because time seemed to steal everything from me. My dreams, my ambitions, and now, my idealism. 

I'm standing right now at the present. I can't see what's ahead of me. I can't see the future. This is not the very first time in my life I'm feeling lost, and asking where to go. I can't see the ending, nor the beginning of anything. It's like a labyrinth Daedalus created and there's nowhere to go unless I build my own wings and fly away. I built my own maze and now I'm completely lost. 

I'm standing right now and I can't look back at all. I can't see my past. My memory drowned in the Lethe river and maybe it's decomposing right now to its dark and muddy ground. Because lately  I've been spending time and replaying in my head over and over again where are the first signs of trouble I've made. When? Where? How? When it did became bitter? What did I do? And I wonder, what's the use of being super curious, anyway? I don't have time machine and I can't turn back the time to change. It is just what it is.

I'm trying to drawing the lines, marking my life with big blue permanent marker, I'm trying to putting back the shredding puzzle pieces. I'm searching my own pin in a pile of grass. And neither post-its or wunderlist can ever help me to get back on track. Even if I decode my life with all the semiotics theories and see where it will lead me. All the signs have collided and my reality is already distorted. And not me, nor Saussure himself can help me. 

I'm not sure anyone can. In fact, I'm not sure about anything right now. Not even this post.