tentang pilihan.

12:11:00 AM Valencia Ng 0 Comments

pada dasarnya, ini kembali lagi.......... ke masalah pilihan. 

sayangnya, sayangku, sayang, sungguh sayang, bahwa bertemu yang tersayang bukanlah suatu pilihan.
karna, kalau tidak..............aku tentu akan memilih bertemu denganmu lebih awal
atau... atau, bagaimana kalau nanti saja ? 
ketika kamu sudah cukup tua dan kesepian, sudah berhenti bermimpi yangmuluk-muluk
dan mungkin satu-satunya mimpimu adalah waktu tidur siangmu
ketika kamu sudah cukup tua untuk kembali tidur siang lagi. 

jadi, setidaknya.
setidaknya kita tidak harus berada di situasi seperti ini. 
lagi
betul, 
kan? 

jadi, apa sesungguhnya pilihan yang kita punya? 
aku tidak bisa memilih kapan aku bisa bertemu denganmu
aku bahkan tidak bisa memilih apakah aku ingin hidupku bersinggungan denganmu, atau tidak. sebentar saja, atau selamanya berjalan bersama.... 
apa yang sesungguhnya kita pilih? 

menemaniku hingga larut malam, adalah pilihanmu. apa yang terucap dari mulut, apa yang diperbuat tubuh, adalah pilihan. memilih untuk mengajakmu bicara terlebih dahulu, ataupun mendiamkanmu seharian, adalah pilihan. mempertahankan percakapan, atau bersikap acuh tak acuh, adalah pilihan. membalas dengan cepat atau menunggu aturan 5-menit-baru-balas, memilih untuk berbicara denganku padahal kau sudah hampir tertidur, memilih untuk tidak marah bahkan ketika aku sudah melewati batas,  itu juga pilihan. bahkan, merasakan atau tidak merasakan............ adalah suatu pilihan.

memilih untuk mengejar mimpimu, daripada untuk tetap tinggal...... itu pilihan. 

memilih untuk merelakanmu, karna tahu hasrat kamu sesungguhnya..... itu juga pilihan

memilih untuk menjadi diri sendiri yang seutuhnya dan melupakan aku, itu pilihan 

memilih untuk menuliskan ini dan menghidupkan eksistensinya............... itu juga pilihan 

hingga ketika akhirnya kita terhimpit oleh pilihan -pilihan sulit, tentang mimpi, tentang hasrat, tentang keputusan yang dibuat ketika orang sudah menginjak dewasa, tentang keadaan, oleh waktu, oleh orang - orang yang tidak pernah memilih untuk melihat kita bersama, oleh situasi, oleh jarak - jarak tak kasat mata yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya. 

menyisakan satu pertanyaan yang seumur hidup tidak terjawab, "kenapa?" 

"kenapa sekarang?" 


.
.
.
.

setidaknya, di ujung jalan nanti
aku tahu, 
aku memilih untuk tidak menyerah begitu saja. 


fin.

0 comments:

Tell me anything